Sintrong (Crassocephalum crepidioides)

Sebenarnya Sintrong adalah tanaman gulma yang tumbuh liar di kebun pertanian atau pada lahan terlantar. Jarang sekali tanaman ini dikebunkan. Namun demikian Sintrong ternyata punya penggemar yang luas. Berbagai daerah di Indonesia memberi nama yang berbeda. Dalam bahasa Sunda tanaman ini disebut junggul, bagini, jambrong atau Tespong. Sedangkan di Jawa disebut jombloh, mandrung-mandrung, puyung dan taplek. Sementara di Bali disebut kejelengot atau kepotpot.

 Sintrong diduga berasal dari Afrika. Pertama kali ditemukan di Medan pada tahun 1926, kemudian dibawa ke Jawa, dan menyebar ke seluruh Nusantara. Di Jawa Barat sintrong sering dikonsumsi sebagai lalapan. Sedangkan di Jawa Timur direbus sebagai salah satu bahan pecel.

 Selain sebagai sayur, sintrong juga dikenal sebagai tanaman obat untuk anti radang, pencahar, dan mengobati demam.

Produk, Tanaman, Burung Terbaru
Artikel Terbaru

Biji-bijan telah menjadi...

  Pandan HutanPandan...

Kebun raya Bogor adalah...

Salah satu topik yang...