Memilih Madu Asli

Salah satu topik yang tidak pernah berhenti dibicarakan penggemar madu adalah bagaimana memilih madu yang asli? Banyak cara telah dikemukakan, namun tetap saja ada ruang spekulatif untuk memastikannya. Ada 2 cara yang bisa dilakukan. Pertama membeli madu dengan memperhatikan label produk dengan sertifikasi resmi yang menunjukkan bahwa madu tersebut telah diuji dan terverifikasi keasliannya. Sertifikasi yang cukup umum misalnya HACCP, ISO atau USDA Organic. Cara kedua adalah membeli madu dari peternak lebah langsung, dan melihat sendiri ketika madu itu dipanen. Tentu sebagian orang menganggap pernyataan ini sebagai guyonan. Namun faktanya memang sulit membedakan madu asli dengan madu yang dioplos dengan pemanis lain. Apalagi ada modus peternak nakal yang memberi makan lebah peliharaannya dengan air gula, sehingga lebah tidak mencari nektar dari bunga. Madu yang dihasilkan sangat sulit dibedakan dengan madu dari nektar bunga.

Pertanian organik Arista Montana didukung pilar konservasi hutan dengan berbagai tegakan asli hutan seluas 80 hektar maupun tanaman perintis seperti kaliandra. Sehingga lebah madu Arista Montana mendapatkan sumber nektar yang sangat memadai dari bunga-bunga pohon kayu, maupun dari bunga-bunga hutan liar. Lebah pekerja mampu menjelajah sejauh 5 km dalam mencari madu. Sehingga wilayah hutan yang cukup luas akan menjamin lebah untuk mendapatkan nektar dari bunga asli. Pun kalau di sekitar sarang lebah tersedia bunga-bunga dalam jumlah yang sangat memadai akan menjamin tingginya produktivitas madu, karena lebah tidak perlu menjelajah terlalu jauh.

 Sejarah budidaya lebah

Budidaya lebah madu tersebar cukup luas sejak zaman kuno yang bisa ditelusuri sejak zaman Mesir kuno, jasirah Afrika, Asia, Tiongkok, Yunani, hingga Romawi. Namun budidaya lebah madu dengan bingkai di dalam kotak yang mempermudah pemanenan baru ditemukan pada tahun 1851 oleh Rev. Lorenzo Lorraine Langstroth dari Philadelpia, Amerika Serikat.

Secara tradisional lebah madu juga sudah dimanfaatkan oleh masyarakat adat di Indonesia sejak jaman dulu. Mulai dari pengambilan langsung dari hutan, sampai dengan pemeliharaan di dalam gelondong kayu. Pemerintah kolonial Belanda kemudian memperkenalkan teknik pemeliharaan ala Langstroth kepada masyarakat secara luas. Jenis yang paling umum dibudidayakan adalah lebah lokal (Apis Cerana) dan lebah unggul (Apis Mellifera). Namun mulai dikembangkan juga lebah tanpa sengat klanceng (Apis Trigona) di beberapa wilayah di Indonesia.

Madu sering disebut nutrisi ajaib karena mempunyai banyak sekali kegunaan bagi kesehatan. Namun secara umum fungsinya adalah sebagai anti bakteri dan anti mikroba, sehingga membantu penyembuhan luka; anti inflamasi terutama untuk radang tenggorokan dan radang sendi; membantu sistem kekebalan tubuh; dan untuk perawatan kulit dengan menjaga kelembaban dan kelembutan kulit . [Jay]

Tag
Lebah   Madu Kelulut  

  • Tanggal Publikasi: Sabtu, 10 Jun 2023 00:00 WIB
Produk, Tanaman, Burung Terbaru
Artikel Terbaru

Biji-bijan telah menjadi...

  Pandan HutanPandan...

Kebun raya Bogor adalah...

Pertanian organik menyandarkan...